Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Trik Mempercepat Koneksi Internet dengan Loncat Koneksi

Cara sederhana
1. Buka software MDMA, yang belum punya MDMA download DISINI. Setting Connection Typenya ke GPRS/EDGE Only.
2. Klik connect, kalo udah connect, ubah Connection Typenya ke 3G Only.
3. Kalo berhasil, berarti modem teman-teman bisa dikodokin.

Trik Kodok Loncat Manual
1. Buka MDMA, setting connection typenya ke 3G Only.
2. Tutup modem dengan bantal atau tangan teman-teman, atau yang lainnya. Buat apa?, biar sinyalnya berubah menjadi EDGE.
3. Setelah sinyalnya berubah menjadi EDGE, klik connect.
4. Kalo sudah connect, buka bantal atau tangan yang menutupi modem. Biarkan MDMA mencari sinyal secara otomatis, nanti sinyalnya akan berbuah menjadi 3G.
5. Kalo berubah menjadi 3G, berarti teman-teman berhasil.

Trik Kodok Loncat Semi Manual
1. Buka MDMA, setting connection typenya ke 2G.
2. Kalo sinyalnya da berubah 2G, klik connect, connect lagi sampai muncul  tombol DIAL, tapi jangan diklik dulu dialnya.
3. Cepat-cepat ubah conn typenya ke3G Preferred, baru klik dial.
4. Kalo dial selesai sebelum sinyal berpindah ke 3G, pertanda berhasil kodokin. Tapi kalo sinyal pindah duluan sebelum dial selesai, ulangi lagi caranya.

Cara Membuat Akun SSH untuk Internet Gratis

Apa sih ssh itu?, nah kalo dijelasin ya panjang lebar, jadi cari aja di mbah google. Nah kalo uda sedikit memahami, seperti halnya aku yang masih agak bingung pola kerjanya. Tapi yang aku tau seh, dengan akun ssh, kita dapat membobol firewall SSH server, Mail Server, dan HTTP Server. Dan yang paling penting, kita dapat mengakses internet secara gratis dengan berbagai trik da tips. Tertarik bukan?, nah berikut ini aku akan mencoba menjelaskan bagaimana cara membuat akunnya secara gratis dengan memanfaatkan jasa VPS gratis (free vps).
Cloudsigma.com
1. Daftar dulu disini, pada saat pendaftaran dibutuhkan konfirmasi yang dikirim ke no hp anda.
2. Jangan lupa memilih OS nya, terserah mau pilih yang mana, seperti pada gambar.
3. Kalo sudah, cek email anda yang berisi informasi username dan password anda.
4. Setelah itu, login ke akun anda dan pilih My Server. Nah disitu ada nama OS yang tadi anda pilih seperti pada gambar.
5. Untuk mengaktifkannya, klik start kalo berhasil anda akan mendapatkan IP Address, VNC Link dan Status active seperti pada gambar.
6. Selamat, anda sudah mendapatkan akun ssh, lengkap beserta IP nya.
Cjb.net
1. Daftar dulu disini.
2. Buka email anda untuk verivikasi.
3. Nah selamat anda sudah berhasil.
Cloudee.eu
Nah untuk free vps ini, aku agak lupa soalnya kemarin-kemarin waktu mau buat akun lagi, eh eror terus. Jadi silahkan coba sendiri, mudah kok, daftarnya disini

Free VPS Lainnya
ionvm.com
elastichosts.com
e-planet.ru
hosting-service.com.ua
cloudsigma.com
instantappz.com
rsaweb.co.za
timeweb.ru
logol.ru
free-vps.co.uk
host1plus.com
eurobyte.ru
cloudee.eu
atum.com
chunkhost.com
vps.ua
microsoft.com
jumpline.com
nephoscale.com
amazon.com
serverlove.com
nttamerica.com
sumber: forum freevps.us 

NB:
1. Untuk cara penggunaannya, silahkan ditunnggu artikelku berikutnya ;).
2. Free VPS lainnya ada yang membutuhkan informasi credit card, paypal dan email business, bukan free email, seperti gmail, yahoo, msn dll. Tapi, tenang aja gratis kok.
3. VPS ini paling enak menggunakan Linux, ubuntu dan turunannya, dll soalnya banyak tutorialnya. Tapi, aku masih setia menggunakan Windows XP.

Sekian dulu trik dan tips internet tentang cara membuat akun ssh untuk internet gratis. Bagi yang mengcopy harap dicantumkan sumbernya. Dan bagi yang masih bingung, harap tinggalkan komentar. 

Konsep SSH Tunneling dan Kinerja SSH Tunneling

 Setelah sebelumnya aku sudah berbagi bagaimana cara membuat akun SSH, tapi kita sendiri kurang mengenal apa itu SSH Tunneling dan bagaimana kinerjanya. Kita cuma tahu SSH Tunneling hanya sebagai proxy chain untuk internet gratis. Jadi mari kita belajar mengenal SSH Tunneling lebih jauh, itung-itung sebagai pengetahuan untuk tips dan trik internet.
SSH Tunneling adalah teknik yang wajib dikuasai hacker. Teknik ini sangat cocok dipakai sebagai backdoor dari  dunia luar langsung menembus ke dalam “behind enemy lines” melewati semua firewall, IDS, IPS atau apapun itu di perbatasan. Dalam artikel ini saya juga menjelaskan bagaimana melakukan chaining tunnel, yaitu menyambung tunnel dengan tunnel lain. 
Apa itu Tunneling?
Secara sederhana tunneling berarti mengirimkan data melalui koneksi lain yang sudah terbentuk. Kalau anda buka situs internet banking, pasti anda akan membukanya dengan URL berawalan “https”, yang sejatinya adalah data dalam protokol HTTP yang dikirimkan melalui koneksi dengan protokol SSL, atau “HTTP over SSL”, dalam bahasa gaulnya berarti HTTP digendong sama SSL.
SSH dan SSL adalah dua contoh tunneling protocol, keduanya bisa dipakai untuk menggendong data dalam protokol apa saja (tidak hanya http). Hanya bedanya adalah pada SSL dibutuhkan public key certificate dalam format X.509 yang perlu diverifikasi melalui Certificate Authority resmi. SSH tidak memerlukan public key certificate, sehingga lebih sederhana dan lebih mudah dipakai.
Protocol Encapsulation
Dalam kasus https, data dalam protokol HTTP di-enkapsulasi (dibungkus) dalam protokol SSL sebagai payload. Enkapsulasi juga terjadi dalam layer model TCP/IP, yaitu data pada layer yang lebih atas menjadi payload dan di-enkapsulasi dengan protokol pada layer di bawahnya.
Anda tentu tahu boneka lucu terbuat dari kayu dari Rusia bernama Matryoshka. Keunikan boneka ini adalah boneka yang berukuran kecil bisa dimasukkan ke dalam boneka yang lebih besar, dan boneka yang lebih besar juga bisa dimasukkan ke dalam boneka yang lebih besar lagi hingga pada akhirnya hanya ada satu boneka saja yang paling besar. Bila boneka yang paling besar itu dibuka, maka di dalamnya akan ada satu boneka yang lebih kecil, bila boneka tersebut dibuka, maka akan ditemukan boneka lagi yang lebih kecil, demikian seterusnya hingga boneka yang terkecil.
Gambar di bawah ini sangat tepat menggambarkan apa itu protocol encapsulation.
Gambar di atas menggambarkan bagaimana data ketika dikirim dienkapsulasi dan dikirimkan melalui protokol yang berada pada layer di bawahnya. Pada gambar di atas bisa dikatakan bahwa email message tersebut dikirimkan dalam bentuk paket SMTP over TCP over IP over Ethernet. Jadi pada akhirnya semua data tersebut akan terkirim dalam bentuk paket ethernet.
Dalam ilustrasi boneka matryoshka, pesan email adalah boneka matryoshka terkecil. Boneka ini dimasukkan dalam boneka matryoshka SMTP yang ukurannya lebih besar, kemudian boneka matryoshka SMTP ini dimasukkan dalam boneka matryoshka TCP, kemudian boneka matryoshka TCP ini dimasukkan dalam boneka matryoshka IP, dan akhirnya dimasukkan ke dalam boneka matryoshka ethernet yang berukuran paling besar.
Jadi boneka matryoshka yang diterima lawan biacara adalah boneka matryoshka yang terbesar. Bila boneka ini dibuka, di dalamnya ada boneka Matryoshka IP yang lebih kecil, dan bila boneka ini juga dibuka, di dalamnya ada boneka matryoshka TCP yang semakin kecil ukurannya. Bila boneka matryoshka TCP ini dibuka, di dalamnya ada boneka matryoshka SMTP yang didalamnya ada matryoshka email message. Email message adalah boneka matryoshka terkecil.
Port Forwarding
Port forwarding atau port mapping pengalihan (redirection) koneksi dari suatu IP:Port ke IP:Port yang lain.  Ini artinya adalah semua koneksi yang ditujukan ke IP:Port asal akan dialihkan ke IP:Port tujuan seolah-olah client sedang menghubungi IP:Port tujuan secara langsung.
Contoh: bila kita definisikan port forwarding 127.0.0.1:8080 dipetakan ke 192.168.10.10:80, artinya bila browser di arahkan ke url http://127.0.0.1:8080, maka request HTTP tersebut akan diteruskan ke 192.168.10.10:80. Jadi walaupun pada localhost (127.0.0.1) port 8080 tidak ada web server, namun web browser bisa membuka web pada url http://localhost:8080.
Pada port forwarding tersebut, didefinisikan sehingga klien dari dunia luar bisa mengakses service yang ada pada jaringan internal. Port forwarding yang didefinisikan adalah:
  • 64.130.31.59:10004 –> 192.168.1.103:22
Artinya untuk SSH ke host 192.168.1.103, maka client harus ssh ke IP 64.130.31.59 port 10004.
  • 64.130.31.59:10001 –> 192.168.1.100:22
Artinya untuk SSH ke host 192.168.1.100, maka client harus ssh ke IP 64.130.31.59 port 10001.
  • 64.130.31.59:8080 –> 192.168.1.102:80
Artinya untuk mengakses halaman web di host 192.168.1.102, maka url yang harus dibuka di browser adalah http://64.130.31.59:8080

Port forwarding pada ssh, mirip dengan port forwarding pada gambar di atas, namun ada sedikit perbedaan. Pada port forward gambar di atas, titik koneksi masuk dan keluar sama, artinya koneksi masuk ke IP dan port tertentu, dan koneksi tersebut akan diforward ke tempat lain dari titik yang sama juga. Sedangkan port forwarding pada ssh, titik keluarnya berbeda dengan titik masuknya. Agar lebih jelas, silakan lihat gambar di bawah ini.
Pada gambar di atas pada bagian atas, koneksi yang masuk di titik masuk, diforward ke tujuan dari titik itu juga. Ini adalah tipikal port forwarding di router/proxy. Sedangkan pada gambar di bawahnya, koneksi yang masuk di titik masuk, diforward ke tujuan dari titik lain di ujung sebelah kanan. Kotak panjang yang menghubungkan dua titik berwarna oranye tersebut menggambarkan koneksi ssh. Koneksi yang masuk akan diforward dari ujung koneksi ssh, bukan dari titik masuknya.
Konsep SSH Tunneling
SSH adalah protokol yang multiguna, selain untuk menggantikan telnet, SSH juga mendukung fitur tunneling, port forwarding, download/upload file (Secure FTP), SOCKS proxy dsb. Semua fitur tersebut dibungkus dengan enkripsi sehingga data yang lewat melalui protokol ini aman dari jangkauan hacker.
Dalam ssh tunneling, data yang dikirimkan melalui koneksi ssh akan di-enkapsulasi (dibungkus) dalam paket SSH seperti pada gambar di bawah ini.
Selain enkapsulasi paket, dalam ssh tunnel juga dibutuhkan port forwarding. Port forwarding dalam SSH tunnel ada 3 jenis:
  • Local Port Forwarding
  • Remote Port Forwarding
  • Dynamic Port Forwarding
Perhatikan gambar di bawah ini untuk memahami perbedaan antara local port forwarding dan remote port forwarding.
Dari gambar di atas jelas terlihat bahwa perbedaan antara local dan remote port forwarding.
  • Pada local port forwarding, komputer yang bertindak sebagai ssh client akan menjadi titik masuk koneksi yang akan diforward dan komputer yang bertindak sebagai ssh server menjadi titik keluar. Jadi koneksi yang masuk ke titik masuk di komputer ssh client akan diforward ke tujuan dari komputer ssh server. Gambar di bawah ini ilustrasi lain dari ssh local port forwarding.
  • Pada remote port forwarding, komputer yang bertindak sebagai ssh server akan menjadi titik masuk koneksi yang akan diforward dan komputer yang bertindak sebagai ssh client menjadi titik keluar. Jadi koneksi yang masuk ke titik masuk di komputer ssh server akan diforward ke tujuan dari komputer ssh client. Gambar di bawah ini ilustrasi lain dari ssh remote port forwarding.
Jadi yang perlu diingat dalam perbedaan antara local dan remote port forwarding adalah posisi titik masuk koneksi yang akan diforward. Bila titik masuknya ada di komputer yang berperan sebagai ssh client, maka itu adalah local port forwarding, namun bila titik masuknya di komputer ssh server, maka itu adalah remote port forwarding.
Dalam bahasa sederhananya, disebut local karena dari sudut pandang ssh client, titik masuknya ada di localhost, dan disebut remote karena titik masuknya bukan di localhost, tapi di komputer ujung sana.
Static vs Dynamic Port Forwarding
Sebenarnya dynamic port forwarding termasuk local port forwarding juga karena pada dynamic port forwarding, titik masuk koneksi yang akan diforward berada di komputer yang berperan sebagai ssh client. Namun pada local dan remote port forwarding biasa (static), IP address dan port asal dan tujuan harus disetting dulu sebelum bisa dipakai, jadi sifatnya statis.
Gambar di atas adalah (static) local port forwarding biasa. Pada local port forwarding biasa (static), setiap pemetaan port asal dan IP:port tujuannya harus disetting satu per satu. Jadi terlihat pada gambar di atas, bila ada 3 tujuan yang ingin dihubungi, maka 3 pemetaan port asal dan IP:port tujuan harus disetting semua sebelum bisa dipakai.
Pada gambar di atas terlihat di ssh client ada 3 port yang LISTEN (3 bulatan merah di sisi ssh client)  untuk 3 tujuan yang berbeda. Perlu dicatat juga bahwa ketiga pemetaan port forwarding tersebut dilakukan di atas satu koneksi ssh yang sama (multiple port forwarding on single ssh connection).
Sedangkan pada dynamic (local) port  forwarding, kita tidak perlu menentukan pemetaan port asal dan IP:tujuan untuk setiap tujuan. Kita hanya perlu menentukan port berapa yang akan LISTEN di localhost (di komputer ssh client), dan semua aplikasi bisa memanfaatkan port tersebut sebagai proxy ke tujuan manapun dengan protokol SOCKS (SOCKS proxy). Berbeda dengan gambar sebelumnya, pada dynamic port forwarding di sisi ssh client hanya ada satu port yang LISTEN (hanya ada satu bulatan merah).
Multiple Port Forwarding on Single SSH Connection
Walaupun jarang dipakai, namun sebenarnya ssh mendukung banyak port forwarding dalam satu koneksi ssh. Kalau kita membutuhkan 3 local port forwarding dan 4 remote port forwarding, kita tidak perlu membuat 7 koneksi ssh, cukup satu koneksi ssh saja.
Gambar di atas memperlihatkan ilustrasi multi port forwarding pada satu koneksi ssh yang sama. Dalam satu koneksi ssh tersebut port forwarding yang dibuat adalah:
  • Panah berwarna hitam paling atas adalah local port forwarding.
  • Panah berwarna biru dan biru gelap di tengah adalah dynamic port forwarding.
  • Panah berwarna hijau paling bawah adalah remote port forwarding.
Daripada membuat 3 koneksi ssh untuk masing-masing port forwarding, jauh lebih sederhana dan praktis membuat multi port forwarding pada satu koneksi ssh.
Membuat Local Port Forwarding
Sekarang setelah memahami konseptualnya, kita langsung praktek bagaimana membuat ssh tunnel dengan putty di Windows dan command line ssh di Linux. Command untuk membuat local port forwarding secara umum adalah:

ssh -L localport:servertujuan:porttujuan user@ssh_server
Contohnya adalah:
ssh -L 8888:www.kompas.com:80 admin@serverku.com

Perintah di atas akan membuat semua koneksi ke port 8888 di localhost, dialihkan ke www.kompas.com port 80 melalui serverku.com. Titik masuknya adalah localhost:8888 dan titik keluarnya adalah serverku.com. Bila kita membuka browser ke URL http://localhost:8888, request HTTP tersebut akan sampai di www.kompas.com:80 melalui serverku.com, artinya dari sudut pandang www.kompas.com koneksi berasal dari serverku.com, bukan dari komputer yang menjalankan perintah tersebut. Dalam log web server www.kompas.com, IP address visitor adalah ip address serverku.com, bukan ip address komputer yang menjalankan perintah tersebut.
Kalau dalam windows, kita bisa gunakan putty.exe untuk membuat local port forwarding tunnel. Gambar di bawah ini adalah setting untuk forward koneksi localhost:8888 ke www.kompas.com:80. Caranya adalah dengan memasukkan 8888 ke dalam field “Source port”, dan memasukkan www.kompas.com:80 ke dalam field “Destination”. Setelah itu klik “Add”. Anda bisa menambahkan port forwarding yang lain sebanyak yang anda butuhkan dengan mengulang cara yang sama lalu klik “Add” lagi.

Membuat Remote Port Forwarding
Command untuk membuat remote port forwarding di Linux secara umum adalah:
ssh -R remoteport:servertujuan:porttujuan user@ssh_server

Contohnya adalah:
ssh -R 8080:192.168.1.1:80 admin@serverku.com

Perintah di atas akan membuat setiap koneksi ke serverku.com:8080 akan dialihkan ke 192.168.1.1 melalui komputer yang menjalankan perintah tersebut. Pada log server tujuan (192.168.1.1:80) yang terlihat dari koneksi yang masuk bukan ip address serverku.com. Server 192.168.1.1:80 akan melihat koneksi berasal dari komputer yang menjalankan perintah di tersebut (komputer ssh client).
Kalau dengan putty caranya masukkan 9999 ke dalam kolom “Source port”, kemudian masukkan 192.168.1.1:80 sebagai kolom “Destination”, lalu klik Add. Anda bisa menambahkan banyak port forwarding dalam satu koneksi ssh, dengan cara yang sama, lalu klik Add sebanyak yang anda butuhkan.
Remote port forwarding ini sangat cocok dipakai sebagai backdoor. Bila seorang hacker telah berhasil menyusup hingga “behind enemy lines”, dia bisa membuat remote port forwarding tunnel dari “behind enemy lines” ke server di luar milik hacker. Ini artinya hacker telah membuat terowongan, dengan pintu masuk di luar, dan pintu keluar di “behind enemy lines”. Ingat pada Remote port forwarding, titik/pintu masuk adalah di sisi ssh server, dan titik/pintu keluar di ssh sisi client. Dengan memakai terowongan ini, hacker bisa masuk melalui pintu di servernya sendiri yang berada di luar, dan secara otomatis hacker tersebut masuk ke “behind enemy lines” karena pintu keluar dari terowongan ini ada di “behind enemy lines”.
Chaining Tunnel
Terkadang ketika melakukan penetrasi, di dunia nyata keadaan tidaklah semulus dan seindah teori atau dalam lab. Firewall seringkali membuat kita tidak bisa bebas membuat koneksi ke server yang kita inginkan. Dalam situasi seperti ini kita harus berputar-putar melalu beberapa server, sampai kita bisa mencapai server target.
Perhatikan gambar di atas, target yang akan diserang hacker adalah server D.D.D.D port 3389, yaitu Remote Desktop connection, hacker ingin melakukan remote desktop komputer tersebut. Namun server D hanya bisa diakses oleh server C, dan server C hanya bisa diakses dari A. Hacker sudah menguasai penuh server A dan C, bagaimana caranya hacker tersebut bisa remote desktop ke D ?

Tujuan akhirnya adalah hacker ingin koneksi ke localhost:9999 di laptop backtracknya, akan diforward ke D.D.D.D:3389. Jadi nanti dia tinggal menjalankan RDP client dengan memasukkan localhost:9999, dan dia otomatis akan terkoneksi ke RDP di server D. Sebagai info tambahan, komputer A dan C adalah linux dengan ssh service diaktifkan.

Mari kita coba membuat semua tunnel ini purely hanya dengan ssh.

1. Buat port forwarding localhost:9999 –> C.C.C.C:8888 via A.A.A.A.
Hacker menjalankan ssh client di backtracknya untuk membuat koneksi ke ssh server A.A.A.A. Dalam koneksi ssh ini, dia membuat local port forwarding 9999:C.C.C.C:8888, yang artinya adalah koneksi ke port 9999 di backtrack si hacker akan diforward ke C.C.C.C:8888 via A.A.A.A.

2. Buat port forwarding C.C.C.C:8888 –> D.D.D.D:3389 via C.C.C.C
Di komputer C, hacker membuat koneksi ssh ke localhost (ke C itu sendiri). Dalam koneksi ssh ke diri sendiri ini dia membuat local port forwarding 8888:D.D.D.D:3389. Artinya adalah koneksi ke C.C.C.C:8888 akan diforward ke D.D.D.D:3389 (via C.C.C.C itu sendiri).

Kita membuat 2 tunnel, yang pertama adalah tunnel dengan pintu masuk di backtrack hacker dan pintu keluar di A.A.A.A. Tunnel kedua adalah denngan pintu masuk dan pintu keluar di C juga.

Pada tunnel pertama, koneksi ke pintu masuk di backtrack hacker (localhost:9999), akan diforward ke C.C.C.C:8888 via A.A.A.A Sedangkan pada server C.C.C.C sudah dibuat port forwarding sehingga semua koneksi yang masuk ke C.C.C.C:8888 akan diforward menuju D.D.D.D:3389.

Jadi akhirnya nanti alurnya adalah:
localhost:9999 –> C.C.C.C:8888 –> D.D.D.D:3389
Gambar di atas menunjukkan chain tunnel yang dibuat. Koneksi ke localhost:9999 akan diteruskan ke C.C.C.C:888 dan koneksi ke C.C.C.C:8888 akan diteruskan ke D.D.D.D:3389. Jadi sama artinya dengan koneksi ke localhost:9999 diteruskan ke D.D.D.D:3389.
Penulis 
Rizki Wicaksono
Kupas Tuntas SSH Tunneling 

Cara Mendaftar di Google App Engine

Pada kesempatan kali ini mari kita belajar mengenal Google App Engine, mengingat banyak sekali kegunaannya terutama dalam hal tips dan trik internet. Jadi aku akan membagikan Cara Mendaftar di Google App Engine.
App Engine merupakan platform yang memungkinkan pengembang untuk membuat dan menjalankan aplikasi-aplikasi web dengan fasilitas hosting di server Google. Versi gratis dari platform ini memiliki kapasitas penyimpanan 500 MB dan kapasitas CPU dan lebar pita (bandwidth) yang cukup untuk 5 juta page-view setiap bulannya. Saat diluncurkan, bahasa pemrograman yang mendukung adalah Python. Versi terbatas dari web framework Django juga tersedia. Demikian halnya dengan framework aplikasi Google yang fungsinya sama dengan JSP atau ASP.NET.
Google App Engine mendukung aplikasi yang ditulis dalam bahasa pemrogaman. Dengan lingkungan runtime Java App Engine, pengguna dapat membangun aplikasi yang menggunakan standar teknologi Java, termasuk JVM, Java servlet, dan bahasa pemrograman Java atau bahasa lainnya menggunakan JVM-based atau compiler, seperti JavaScript atau Ruby. App Engine juga menyediakan lingkungan runtime khusus Python, yang mencakup bahasa Python dan perpustakaan standar (standard library) Python. Java dan lingkungan runtime Python dibangun untuk memastikan bahwa aplikasi yang dibangun dapat berjalan cepat, aman, dan tanpa gangguan dari aplikasi lain pada sistem.
Tutorial unduk mendaftar di Google App Engine, silahkan disimak baik-baik berikut ini:
1. Masuk ke situs Google App Engine, lalu klik Create Application.
2. Selanjutnya Verify Your Account by SMS, pada kolom Country and Carrier, pilih Other (Not Listed). Kemudian masukkan Nomor HP/telepon anda, lalu klik Send. Masukkan Code yang dikirim ke nomor anda, lalu klik Send.
NB: Ingat gunakan kode ID +62, dan apabila anda tidak mendapatkan Code yang dikirim ke nomor anda, coba ulangi lagi. Dan kalau masih gagal, coba ganti dengan sim card dari provider lain.
3. Pada tahap selanjutnya, Create an Application, isi sesuai yang petunjuk. Kemudian centang I accept these terms, lalu klik Create Application.
(klik untuk memperbesar)
4. Selamat anda sudah berhasil mendaftar di Google App Engine.

Sekian dulu tutorialnya terkait Cara Daftar di Google App Engine, semoga bermanfaat bagi teman-teman. Untuk tutorial lainnya, silahkan ditunggu terutama kelanjutan dari kegunaan Google App Engine.

Cara Mudah Memilih DNS Tercepat dan Terdekat

Salam bahagia teman-teman, semoga selalu dalam keadaan sehat. Pada malam hari ini, aku akan berbagi trik dan tips internet terkait dengan cara mudah memilih DNS tercepat dan terdekat dengan menggunakan namebench.
Apa itu DNS?, DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer. Misalnya: internet, DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Secara umum, fungsi DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan nama komputer menjadi IP address) dan terlebih yang paling penting dapat mempercepat koneksi internet.
Nah bagaimana cara memilih DNS yang benar?, apa hanya tinggal mengikuti contoh yang ditulis di artikel. Cara tersebut tentu salah karena beda koneksi tentu beda servernya. Berikut ini, aku akan mencoba memaparkan cara memilih DNS yang benar, dan tentunya yang tercepat dan terdekat.
1. Download namebench disini,
2. Klik dua kali untuk membukanya, tanpa perlu menginstall.
3. Langsung klik Start Benchmark, tanpa perlu setting lagi.
4. Tunggu beberapa menit (tergantung kecepatan koneksi teman-teman), nanti hasilnya akan keluar dalam bentuk html, seperti gambar di bawah ini.
5. Nah pada gambar bagian kanan atas merupakan DNS yang direkomendasikan (Recommended Configuration), yang terdiri dari Primary Server, Secondary Server dan Tertiary Server.
6. Dan yang terakhir, tinggal masukin deh DNS tadi di modem atau di pengaturan network connections atau juga di software lainnya.
(modem)
(TCP/IP)
NB:
1. Cara ini aku gunakan pada Windows XP dan dengan koneksi axis, bagi sistem operasi lainnya mungkin agak berbeda.

Blokir situs XXX dengan DNS Nawala Project untuk internet sehat

Berbagai konten negatif bertebaran di internet mudah diakses di download dan dilihat. bagaimana langkah kita untuk mencegah konten2x negatif dari jangkauan anak2x salah satu cara yaitu filterisasi konten internet dengan menggunakan setting koneksi internet melalui DNS tertentu, seperti misalnya sebuah layanan yang masih relatif baru yang menyediakan public DNS gratis yang disediakan oleh Nawala Project, yang ditujukan untuk menyaring konten internet yang berpotensi negatif. Berikut cara seting DNS Nawala Project Nawala Project adalah penggunaan DNS Server sebagai perangkat saringan konten negatif. DNS Nawala dapat dipergunakan pada komputer, di router maupun di DNS Server sebuah jaringan komputer. Nomor DNS yang disediakan Nawala Project adalah: DNS #1: 180.131.144.144 DNS #2: 180.131.145.145 Untuk melakukan perubahan setting DNS di OS Windows XP, begini caranya: Pilih Control Panel dari Start menu. Klik Network Connections yang ada di Control Panel. Pilih koneksi yang ada dari jendela Network Connections. Klik tombol Properties. Pilih lah Internet Protocol (TCP/IP) dan klik Properties. Klik radio button pada Use the following DNS server addresses dan ketikkan alamat DNS Nawala pada kolom Preferred DNS server dan Alternate DNS server. Untuk Windows Vista / Windows 7: - Masuk ke Control Panel - Network and Internet - Network (Private Network) - Connection - View Status - Properties - Continue - Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4) - Properties. - Klik : Use the following DNS Server Addresses. Pada isian Preferred DNS Server masukkan : 180.131.144.144, sedangkan pada Alternate DNS Server masukkan : 180.131.145.145. - Klik OK Untuk sistem operasi lainnya caranya hampir sama, intinya gunakan dua nomor DNS yang disediakan oleh Nawala Project. Situs-situs/domain/alamat internet yang diblok adalah yang masuk kategori gambling, malware, phishing, pornography, proxy, dan situs berisi isu SARA. Alamat-alamat yang diblok oleh Nawala Project merupakan alamat yang diusulkan oleh pengguna pada umumnya. Kita juga bisa memeriksa alamat-alamat tertentu yang sudah diblokir, mengusulkan alamat tertentu agar diblokir, atau mengusulkan pembatalan blokir sebuah alamat bila menurut kita tidak layak untuk diblokir. Semoga bermanfaat ————————— Sumber : http://inimu.com/